8 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE (STEPHEN R. COVEY)

Karakter manusia pada dasarnya adalah gabungan dari kebiasaan-kebiasaan manusia.

            Kebiasaan didefinisikan sebagai titik pertemuan dari pengetahuan, keterampilan dan keinginan (Covey: 1999).

Pengetahuan adalah paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan mengapa harus dilakukan.

Keterampilan adalah paradigma bagaimana melakukannya.

Sedangkan keinginan adalah motivasi untuk melakukannya.

Agar sesuatu dapat menjadi kebiasaan dalam hidup kita, kita harus mempunyai ketiga hal tersebut.

Kebiasaan merupakan faktor yang kuat dalam hidup kita. Karena konsisten dan sering merupakan pola yang tak disadari, maka kebiasaan secara terus menerus mengekspresikan karakter kita dan menghasilkan efektifitas atau ketidakefektifan kita.

Kebiasaan dapat dihentikan dan dapat dipelajari. Akan tetapi kebiasaan juga tidak dapat diperbaiki secara instant, karena memerlukan suatu proses dan komitmen.

Kedelapan kebiasaan berikut ini akan menjadi kebiasaan yang efektif karena selaras dengan hukum alam, dimana semakin banyak orang bekerja, semakin banyak orang menghasilkan maka semakin efektif orang tersebut jadinya.

Note: untuk tulisan lengkap contac me at : priansony@yahoo.com

 

 

 

corporate governance

Dalam beberapa tahun terakhir ini istilah “corporate governancesemakin sering dijadikan topik pembicaraan secara “intens”, termasuk di Indonesia. Pemicu utama berkembangnya kebutuhan akan praktik-praktik corporate governance yang baik adalah sebagai akibat terjadinya kebangkrutan beberapa raksasa bisnis dunia seperti Enron, Polly Peck, BCCL, Barings dan WorldCom di AS, serta tragedi jatuhnya HIH dan One-tel di Australia pada permulaan Abad ke-21. Isu corporate governance semakin menarik perhatian setelah berbagai lembaga keuangan multilateral, seperti World Bank dan ADB mengungkapkan bahwa penyebab krisis keuangan yang melanda di berbagai negara, terutama di Asia, tidak lain adalah karena buruknya pelaksanaan praktik-praktik Corporate Governance.

Konsepsi governance mulai menguat di Indonesia pasca krisis ekonomi di paruh akhir tahun 1997 ditandai dengan ditandatanganinya Letter of Intents (LOI) antara Pemerintah Indonesia dengan lembaga donor (IMF) yang mensyaratkan perbaikan governance (publik maupun korporasi). Kemudian dipertegas dengan ditetapkannya Tap MPR No VII tahun 2001 tentang visi Indonesia masa depan dalam Bab IV ayat 9 butir a, yaitu tenvujudnya penyelenggaraan negara yang profesional, transparan, akuntabel, memiliki kredibilitas dan bebas KKN. LOI dan Tap MPR ini kemudian di respons oleh Pemerintah untuk mewujudkan good government governance dengan dikeluarkannya perangkat-perangkat Perundang-Undangan dan Peraturan Pemerintah, misalnya:

UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan UU No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Inpres No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Lembaga Pemerintah. Selanjutnya “statement” pentingnya governance ini banyak muncul dalam UU, seperti UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 19 tahun 2003 tentang BUMN.

            Konsepsi corporate governance dari sudut pandang oganisasi adalah sebagai open system. Dalam kaitan ini individu maupun kelompok (berupa perusahaan) yang berhubungan dengan suatu aktivitas (bisnis) harus menjaga hubungannya melalui kepatuhan pada berbagai aturan dalam suatu sistem atau lingkungan dimana perusahaan tersebut berada.

 

Note: untuk tulisan lengkap contac me at : priansony@yahoo.com

PENGARUH RETURN ON EQUITY, DEBT TO EQUITY RATIO, PRICE EARNING RATIO, DAN LIKUIDITAS TERHADAP UNDERPRICING PADA PENAWARAN UMUM PERDANA DI BURSA EFEK JAKARTA

ABSTRAK

 

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah terjadi underpricing pada penawaran umum perdana di Bursa Efek Jakarta dan menguji faktor-faktor yang diduga mempengaruhi underpricing pada penawaran umum perdana baik secara bersama-sama maupun secara parsial. Faktor-faktor yang dimaksud adalah Return On Equity, Debt To Equity Ratio, Price Earning Ratio, dan Likuiditas. Penelitian ini dilakukan terhadap emiten yang melakukan penawaran umum perdana periode 1995-2005 di Bursa Efek Jakarta, dalam kurun waktu tersebut terdapat 155 emiten yang melakukan penawaran umum perdana. Dari total 155 emiten yang melakukan penawaran umum perdana ditemukan 128 emiten mengalami underpricing. Kondisi ini membuktikan  bahwa pada periode tahun 1995-2005 peristiwa penawaran umum perdana terjadi underpricing di Bursa Efek Jakarta. Dengan metode purposive sampling terpilih 90 emiten sebagai sampel penelitian. Untuk menguji pengaruh,  data dianalisis menggunakan analisis Path (path analysis)  dan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik yang meliputi uji-F dan uji-t

 

Hasil pengujian secara bersama-sama menunjukkan bahwa Return On Equity, Debt To Equity Ratio, Price Earning Ratio, dan Likuiditas mempengaruhi underpricing pada penawaran umum perdana. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel Return On Equity (X1) tidak berpengaruh negatif terhadap underpricing, variabel Debt To Equity Ratio (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap underpricing, variabel Price Earning Ratio (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap underpricing, variabel Likuiditas (X4) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap underpricing.

 

 

 

 

Kata kunci: underpricing, penawaran umum perdana, return on equity, debt to equity ratio, price earning ratio, likuiditas, path analysis

 

 Note: untuk tulisan lengkap, please contac me at priansony@yahoo.com

all about interview

 

Persiapan Menghadapi Wawancara

Sumber: GloriaNet

Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan yang sering kali membuat banyak orang merasa ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya misalnya psikotes atau tes keterampilan yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara sama sekali tidak terduga, baik mengenai karakter pewawancara maupun pertanyaan yang akan diajukan. Satu hal yang pasti, proses wawancara mempunyai tujuan tertentu. Bisa saja dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau sekadar mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai situasi yang berbeda. Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara. Dalam hal ini, Anda dituntut untuk benar-benar menguasai bidang pekerjaan yang Anda lamar, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan. Meski sama-sama menguji pengetahuan, namun wawancara sedikit lebih sulit karena Anda harus mampu mengungkapkan pengetahuan tersebut secara verbal. Sering kali Anda mungkin paham seratus persen materi yang akan ditanyakan. Namun karena Anda gugup, kurang percaya diri, dan tanpa persiapan, semua pengetahuan Anda mendadak buyar. Tidak ada cara lain untuk dapat menguasai kemampuan verbal ini kecuali melatihnya terus-menerus. Berlatihlah dengan seorang rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara.

Wawancara Tak Terduga

Menghadapi wawancara mengenai bidang kerja, mungkin tidak terlalu menyulitkan. Yang sukar jika “topik” wawancara sama sekali tidak jelas dan tak terduga. Hal ini kerap dilakukan untuk mengetahui kepribadian si pelamar. Kerap kali, jika Anda telah sampai pada tahap wawancara sebenarnya secara kualitas Anda telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Tinggal lagi persoalan cocok-tidak cocok. Dan tidak ada jalan lain untuk menentukan hal ini selain berinteraksi langsung melalui wawancara. Repotnya, tidak ada standar mengenai wawancara “cocok-cocokan” ini, karena sangat tergantung perusahaan masing-masing. Apa yang bisa Anda lakukan ialah membuka mata dan telinga lebar-lebar, mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut. Namun, beberapa hal prinsip yang dapat Anda pegang, pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup. Usahakan memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi. Jangan mengesankan Anda menyembunyikan sesuatu, namun Anda juga jangan terlalu berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang dan mengatakan yang sebenarnya. Ada juga tipe pewawancara yang “telah kehabisan ide”, yang mencoba-coba memberikan pertanyaan yang terkesan menyelidik, misalnya “jika Anda sebuah pohon, Anda ingin jadi pohon apa?” atau : jika Anda adalah seorang atlet terkenal, kira-kira menjadi siapakah gerangan Anda?” Terhadap pertanyaan begini, berikan jawaban yang panjang-lebar dan pastikan bahwa pewawancara akan merasa bosan sehingga ia akan segera menghentikan pertanyaannya. Namun ingat, usahakan jawaban Anda selalu mengindikasikan karakter yang kuat, ulet, dan bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu menyukai orang demikian.

Berbagai Kondisi

Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Anda menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini Anda mungkin menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan Anda begitu saja selama 5-10 menit sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-pura tidak peduli dan membaca koran ketika Anda masuk, atau ia akan mengajukan bantahan-bantahan yang tidak masuk akal terhadap setiap jawaban Anda, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga Anda, dan banyak trik lain. Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus Anda pegang adalah Anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi Anda akan menghadapinya dengan baik. Jika Anda dicuekin, tetaplah bersikap sopan. Katakan “Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan kepada Bapak/Ibu mengapa Anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini.” Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak aneh. Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak Anda bahwa hal ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga Anda tidak perlu merasa sakit hati atau kecewa. Nah, selamat menghadapi wawancara. (GCM/Kps)

 

Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara

Sumber: Kompas Cyber Media

Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai Anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar Anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar.

Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas.

Berpakaian rapi dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa Anda menghargai wawancara ini.

Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis. mengkilap, ngejreng).

Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).

Berpakaian dengan desain yang simpel (tidak telalu banyak pernik-pernik, toh ini bukan acara pesta).

Tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian dan perhiasan. (kcm)

 

 

Saran-Saran Menghadapi Wawancara

Sumber: HanyaWanita.com

Bagi Anda pencari kerja yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa saran di bawah ini.

  • Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara

  • Jika tidak diberitahu terlebih dahulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.

  • Mempersiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan pewawancara.

  • Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara).

  • Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.

  • Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.

  • Ucapkan salam (selamat pagi / siang / sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat.

  • tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).

  • Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.

  • Persiapkan surat lamaran dan CV anda.

  • Ingat dengan baik nama pewawancara.

  • Lakukan kontak mata dengan pewawancara.

  • Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.

  • Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.

  • Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.

  • Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.

  • Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi.

  • Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.

  • Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.

  • Ajukan beberapa pertanyaan bermutu diseputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.

  • Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.

  • Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.

  • Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda.

Bersikap Percaya Diri

Sumber: Media Raharja, 16 Januari 2005

Ada ekspresi khas dalam wawancara pekerjaan dari kebanyakan lulusan Universitas, bila ditanyakan, “Bagaimana kamu melihat hidupmu tiga tahun mendatang?”. Pengalaman saya jarang menemukan sarjana baru yang secara spontan menggambarkannya dengan baik apa yang ada dalam pikirannya. Kebanyakan malah memberikan reaksi dengan body-language yang standard: mata melirik ke atas (seolah-olah mencari cicak di langit-langit), kemudian memandangi lagi si pewawancara sambil tersenyum lebar, sembari kemudian berkata bingung, “Bagaimana ya?”.

Ada banyak orang yang hidup bagaikan kepompong. Tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan masa depan hidupnya. Mereka tidak mempunyai konsep diri yang jelas, sehingga ia merasa sendirian, gelap dan menakutkan. Padahal semua kepompong mempunyai potensi (potential within) untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Kepompong terlalu cepat menghukum dirinya sendiri, ia tidak tahu bahwa dia harus mengalami transformasi untuk menjadi kupu-kupu yang cantik.

Kita semua bukanlah kepompong. Kita semua tahu, suatu saat kita akan menjadi “kupu-kupu” yang cantik. Bukankah kita semua sudah dilengkapi dengan potensi diri masing-masing? Yang kita perlukan sekarang adalah secara aktif masuk dalam proses “transformasi diri” yang sebenarnya sangat terbuka dengan berbagai macam kemungkinan. Jangan cepat menganggap Anda sendirian, gelap dan takut dengan apa yang Anda hadapi sekarang ini. Itu semua adalah bagian dari proses transformasi yang sedang Anda jalani. Percayalah. (tt/dbs)

Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara

Sumber: Kompas Cyber Media

Apakah pengaruh kontak mata pada saat wawancara? Bagaimana juga pengaruh intonasi suara terhadap keberhasilan wawancara?

Dalam wawancara seringkali faktor diluar “isi” seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.

Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara. Intinya, bahwa melalui tatapan Anda selama wawancara haruslah menandakan:
a) apakah Anda cukup percaya diri,
b) apakah Anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara tersebut,
c) apakah Anda jujur dengan isi komunikasi Anda,
d) apakah Anda tampil “jujur” sesuai dengan kepribadian Anda yang sebenarnya, tidak dibuat-buat.

Intonasi akan memperlihatkan apakah Anda seorang yang percaya diri atau tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi cukuplah bahwa Anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara untuk terus berkomunikasi.

Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada “menutup” diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan Anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri. (kcm)

 

Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara?

Sumber: GloriaNet

Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi pencari kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk meniti pekerjaan yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau test interview menimbulkan banyak harapan di dalam diri pencari kerja. Bayangan mendapatkan pekerjaan yang bagus, gaji yang cukup dan teman-teman kerja yang menyenangkan seakan sudah di pelupuk mata.

Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan, panggilan selanjutnya ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon atau surat panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi penasaran dan diliputi berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan lagi atau memang hasil wawancara Anda tidak diproses. Tak jarang harapan yang tadinya berkobar mendadak padam.

Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang agak lama bahkan ada yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk memproses kelanjutan test wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi demikian, agar tidak penasaran, Anda dapat menanyakan kepastian kepada perusahaan tersebut melalui telepon. Anda dapat bertanya setelah melewati waktu dua minggu dari waktu wawancara. Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang yang mewawancarai Anda.

Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal ini, karena bertanya merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar dan kelanjutan proses lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih setelah wawancara adalah hal yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun pasti maklum atas pertanyaan Anda. Untuk itu usai wawancara, ada baiknya Anda menanyakan siapa dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara Anda.

Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti itu biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat itu. Bisa jadi, suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan dipanggil lagi. Namun dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas terus menanti tanpa berusaha lagi. Buatlah lamaran lain sebanyak-banyaknya.

Sebaliknya kalau jawaban perusahaan memberi kepastian, misalnya,”Anda memang memenuhi kualifikasi kami dan dengan pertanyaan Anda, kami sekaligus memanggil Anda pada tanggal…”, berarti kemungkinan besar Anda akan diterima. Mungkin saat itu pihak perusahaan belum sempat menghubungi Anda lebih lanjut dikarenakan adanya kepentingan lain.

Hidup ini memang penuh dengan kemungkinan. Untuk itu Anda jangan berhenti berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga kemungkinan itu akan menjelma menjadi suatu ‘kepastian’ yang menggembirakan. (GCM/Astaga)

Stop Gossip Rightnow

 

Stop Gossip Rightnow

 

Bagi mereka yang sering nongkrong di televisi tentu gak asing dengan kata yang satu ini, karena hampir disetiap station TV khususnya acara yang berlebel infotainment menyuguhkan gossip di dalam setiap tayangannya. Sebenarnya apa itu gossip? Beberapa orang berkelakar. Gossip itu singkatan dari digosok makin sip!!! By the way apanya yang digosok ya?? Jadi bingun ney! Jadi apa sih sebenarnya arti gossip? Akhirnya saya menemukannya dalam kamus bahasa populer gossip itu artinya pergunjingan. Jadi kalo saya boleh ngasi opini gossip itu pembicaraan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, membicarakan perilaku seseorang yang kebenarannya bersifat relatif bisa bener bisa juga salah dan biasanya dimaksudkan untuk tujuan yang tidak baik. Wuuuih panjang banget ya!! Kalian pada ngerti gak ya? Hmm gini aja deh intinya gossip tu ngomongin perilaku seseorang yang kebenarannya relatif . (moga-moga kalian ngerti ya. hi3ks). Oke deh kita lanjutkan pembahasan kita mengenai gossip yang akan saya coba bahas dan saya kaitkan dengan sudut padang kita sebagai anak-anak Tuhan. Kira-kira gossip tu baik atau gak ya?

Karena sifat kebenarannya yang relatif, bisa bener bisa juga tidak rasanya sangat penting buat kita anak-anak Tuhan untuk memfilter/menyaring setiap gossip yang sedang beredar.(planet kali beredar He3x). Berbicara mengenai saringan/filter saya jadi teringat sama suatu cerita tentang “Tiga Ayakan”yang mungkin bisa membuat kita lebih merenungi sebenarnya gossip itu bermamfaat atau tidak buat kita sebagai anak-anak Tuhan. Begini ney ceritanya…..

Suatu hari seseorang menghampiri seorang bijaksana dan berkata: ” Dengarlah, sudahkah engkau mendengar berita terakhir? Saya harus menceritakannya bagaimana teman anda itu…”

Stop”,orang bijaksana itu menginterupsinya,”sudahkah engkau mengayak apa yang ingin engkau ceritakan padaku itu melalui tiga ayakan?

Tiga Ayakan?” orang ini bertanya dengan heran,”Apakah Itu?”

Ya sehabatku yang baik, tiga ayakan. Mari kita lihat apakah yang akan engkau ceritakan itu dapat melewati tiga ayakan. Ayakan pertama disebut dengan Kebenaran. Sudahkah engkau menguji sebelumnya segala sesuatu yang akan engkau sampaikan itu benar?”

Belum,saya Belum melakukannya. Saya hanya mendengar apa yang diceritakan orang. Semua orang sudah tahu, bahkan seluruh kota membicarakannya.”

Tetapi pastilah engkau telah mengujinya dengan ayakan yang kedua.” Orang yang bijaksana itu ingin tahu. Ayakan yang kedua adalah Kebaikan. Apakah engkau menceritakan kepadaku karena engkau bermaksud baik untuk temanku itu atau untuk diriku?”

Orang itu merah mukanya dan dengan malu menjawab:”Saya harus akui bahwa saya Belum melakukan hal itu.”

Lalu setidaknya engkau ingat akan ayakan yang ketiga dan bertanya pada dirimu sendiri apakah ada gunanya dan perlu untuk diberitahukan kepadaku tentang apa yang ingin engkau ceritakan?” berguna? Sebenarnya tidak,” jawab orang yang ditanya.

Maka ketahuilah, jika yang ingin engkau ceritakan itu tidak benar, tidak baik, dan tidak berguna, maka sebaiknya engkau simpan saja untuk dirimu sendiri!!” (cerita disunting dari buku pelajaran ketakesasi GKBI)

 

Nah kalo kalian menyimak cerita tadi tentu kalian sudah bisa mengambil kesimpulan sendiri bukan!! Bahwa kita harus berhati-hati mempergunjingkan seseorang/bergosip ria. Kalo bisa sih saring dulu melalui tiga ayakan tadi. Kayanya bukan kalo bisa deh, tapi emang harus disaring. Apakah yang akan kita bicarakan itu benar, apakah memiliki maksud yang baik, dan tentu saja bermanfaat. Klo tidak bisa melewati ketiga ayakan tersebut lebih baik kita simpan untuk diri kita sendiri. Mending kalo gossip itu benar, coba kalo salah kita jelas-jelas telah melanggar salah satu hukum sepuluh perkara yang difirmankan Allah melalui Musa “janganlah mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu(lihat keluaran 20:16)” .

Semoga tulisan yang jauh dari sempurna ini bermanfaat bagi mereka yang membacanya khususnya untuk murid-muridku yang selalu kukasihi dan kubanggakan.

 

 

Milikmu Yang Mengasihi

 

 

                                     NDP

OPTIMALISASI OTAK KANAN DAN KIRI

 

Optimalisasi Otak Kiri Dan Otak Kanan

 

Seorang guru yang mengajar berhitung untuk kelas 3 SD, masuk kelas dengan malas. “Anak-anak, sekarang kita belajar berhitung,” kata guru. “Jumlahkan bilangan: 1 + 2 +3 +4 + 5 + 6… dan seterusnya sampai terakhir tambah 2000!” perintah guru. Guru tersebut berpikir bahwa anakanak tidak akan mampu menyelesaikan tugas tersebut, yaitu menjumlahkan bilangan dari 1 sampai 2000 dalam waktu 2 jam-bahkan jika pakai kalkulator sekalipun. Sehingga guru tersebut dapat duduk-duduk santai saja.Tetapi tidak. Hanya dalam waktu sekitar 1 menit, seorang murid mengacungkan tangan dan berkata, “Saya, bisa, saya sudah selesai!” Guru tersebut kaget, “Mana mungkin?” pikirnya. Tetapi murid tersebut memang bisa, dan hasil hitungannya benar. Bagaimana caranya? Murid itu mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dan cepat karena menggunakan otak kanan dan otak kiri secara harmonis. Otak kiri berpikir dengan cara urut, bagian per bagian, dan logis. Sementara otak kanan melengkapinya dengan cara berpikir acak, holistik, dan kreatif. Kita perhatikan cara murid itu menggunakan otak kiri dan otak kanannya sebagai berikut. Pertarna, tuliskan kembali soal berhitung di atas sebagai berikut:

1+2+3+4 . … … + 1997 + 1998 + 1999 + 2000 = ?

Pada saat kita mencoba menggunakan otak kiri saja, pasti akan terasa sulit. Tapi coba gunakan otak kanan yang acak, misaInya, jurmlahkan yang pertama dan terakhir. Kita peroleh:

1 + 2000 = 2001

 

2 + 1999 = 2001

 

3 + 1998 = 2001

 

dan seterusnya.

 

Sehingga kita peroleh jawaban 2.001 x 1.000 = 2.001.000

 

Dalam proses belajar atau kehidupan sehari-hari, orang sering hanya menggunakan setengah kemampuannya saja yaitu otak kiri. Saat kita belajar di sekolah misalnya, kita biasa dituntut untuk berpikir urut dan logis saja. Tetapi,seperti telah kita lihat dalam contoh anak 3 SD di atas, kita perlu menggunakan setengah kemampuan yang lainnya yaitu otak kanan. Kita memang membutuhkan keberanian untuk mencoba menggunakan otak kanan yang berpikir secara acak, menyeluruh dan kreatif itu. Otak kanan sangat membantu kita dalam proses menghafal cepat, membaca cepat, dan berpikir kreatif. Misalnya bila kita hendak menghafal tahun, nomor telepon, atau nomor rekening, cobalah aktifkan otak kanan. Buatlah cantolan-cantolan dengan cara bebas-acak, menarik, sehingga mudah mengingat kembali. Untuk membaca cepat, berpikirlah holistik. Dapatkan inti atau maksud utama dari kesatuan bacaan itu. Lalu coba pahami, baru gunakan otak kiri secara urut dan teliti. Dengan cara demikian kita akan mampu membaca cepat dan paham. Sedangkan untuk menemukan solusi kreatif, gunakan otak kanan secara acak untuk menemukan kemungkinan solusi-solusi lain yang berbeda. Terapkan juga cara berpikir menyeluruh, holistik. Kemudian tindak lanjuti menggunakan otak kiri yang teliti. Cara lain lagi mengoptimalkan otak kanan adalah dengan menggunakan kartu karakter. Kita buat kartu (seukuran kartu remi) yang masing-masing kartu kita beri tulisan karakter otak kanan berbeda. Misalnya kartu pertama: acak, kedua: holistik, ketiga: kreatif, keempat: pemberani, kelima: fleksibel, dan seterusnya. Setiap pagi kita ambil satu kartu, kita baca lalu renungkan kemudian simpan di saku kita dan bawa ke mana saja kita beraktivitas hari itu. Dan kita berkomitmen untuk menerapkan karakter otak kanan yang ada dalam kartu itu. Malam hari menjelang tidur, kita dapat melakukan evaluasi. Esok harinya kita dapat mengambil kartu karakter yang berikutnya. Dengan demikian kita akan terbiasa menerapkan karakter otak kanan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga sukses.

Sekarang coba bayangkan kita diminta untuk mempelajari suatu buku teori ekonomi milenium. Disediakan suatu ruangan di lantai dua untuk belajar, sementara di lantai satu terdengar hiruk-pikuk orang kebingungan karena terjadi kebakaran di lantai satu yang siap merembet ke lantai atasnya. Bayangkan apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan? Dalam situasi seperti di atas dapatkah kita belajar teori ekonomi dengan efektif. Tampaknya sangat sulit, penyebabnya adalah sistem pengamanan otak kita. Pada situasi yang berbahaya, otak kita bekerja dengan sangat cepat, jantung berdegup lebih cepat, pernapasan lebih cepat, dan menyiapkan segala perhatian untuk menyelamatkan diri-bukan untuk belajar teori ekonomi.

Sistem pengamanan otak kita, utamanya, dikendalikan oleh sistem otak-reptil kita. Otak-reptil ini terletak di lapisan paling dalam dari otak kita. la bekerja secara instinctive otomatis. Pada situasi aman ia bekerja dengan cara normal, seperti biasanya kita. Sedangkan dalam situasi berbahaya ia bekerja dengan cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk melawan bahaya atau melarikan diri menghindari bahaya . Untuk keperluan belajar dan berpikir kreatif, mestinya otak-reptil dikondisikan aman. Dalam kondisi aman, otak reptil mampu bekerja dengan baik dan mendukung bagian otak lain untuk belajar. Bahkan dalam kondisi aman memungkinkan otak untuk lebih berani mengungkapkan ide-ide baru. Ide-ide baru yang mungkin belum pernah ditemukan orang, sehingga berkembanglah pemikiran-pemikiran kreatif. Sementara, dalam situasi terancam, otak reptil akan memberontak. Termasuk hal-hal yang mengancam otak-reptil adalah: takut pada guru, takut tidak lulus atau ketakutan yang lainnya.

Sebelah luar dari lapisan otak-reptil, terdapat lapisan otak-mamalia-lymbic system lapisan tengah. Otak mamalia berfungsi mengendalikan emosi dan perasaan kita. Peran emosi dalam kehidupan dan belajar telah diteliti dengan baik oleh Daniel Goleman, yang dikenal dengan Emotional Intelligence atau EQ. Pada situasi yang membosankan dan jenuh, otak mamalia bekerja secara negatif. Misalkan pada siang yang panas, kita diminta menyelesaikan soal-soal berhitung sebagai berikut:

452 =

952 =

47 x 43 =

84 x 86 =

12345 x 11

Apa yang kira-kira kita rasakan? Mungkin malas, bosan, atau jenuh. Dari hari ke hari kita di hadapkan pada persoalan yang seperti itu, monoton. Sebaliknya, bila otak-mamalia kita dibuat tergugah, termotivasi, terpancing, dan bersemangat, maka kita akan mampu menyelesaikan beragam persoalan dengan lebih baik. Misalkan, untuk contoh soal di atas, kita diberikan alternatif penyelesaian yang lebih menarik, kreatif dan cepat. Maka kita akan lebih bersemangat.

Cobalah cara berikut ini:

 

252 = 625 diperoleh dari 2 x (2+1) = 6 dan 52 = 25

menjadi 625

452 = 2025 diperoleh dari 4 x (4+1) = 20 dan 52 = 25

menjadi 2025

952 silahkan dicoba.

47 x 43 = 2021 diperoleh dari 4 x (4+ 1) = 20 dan 7 x 3 = 21

menjadi 2021

84 x 86 = silahkan dicoba.

 

Bagaimana menurut Anda? Jika contoh-contoh perhitungan seperti di atas disajikan dengan cara yang lebih kreatif. Mungkin kita akan lebih berminat dan menyukai berhitung. Bila otak-mamalia sudah mendukung, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menggairahkan. Lapisan sebelah luar dari otak-mamalia adalah lapisan otak neo-cortex, lapisan terluar yang hanya dimiliki oleh manusia tidak oleh makhluk lain. Keberadaan otak neo-cortex menjadi keistimewaan manusia. Dengan neo-cortex manusia mampu membaca dan menulis puisi, mampu melakukan perhitungan yang rumit, menyusun rumus-rumus dan sebagainya. Tidak ada satupun binatang yang mampu melakukannya. Otak neo-cortex inilah yang biasanya dikembangkan di berbagai macam sekolah dan pelatihan. Di sekolah, kita belajar bahasa, matematika, geografi dan sebagainya. Di kursus atau pelatihan kita belajar komputer, mengetik dan sebagainya. Satu hal penting yang perlu digaris bawahi adalah otak neocortex dapat bekerja secara optimal jika di dukung oleh dua lapisan otak yang lebih bawah yaitu mamalia dan reptil. Neocortex dapat berpikir secara kreatif jika emosinya senang, bersemangat, termotivasi dan instingnya merasa aman. Sebaliknya, otak neo-cortex tidak dapat bekerja dengan baik jika otak mamalia bosan dan otak reptil terancam.

Jadi, untuk mengoptimalkan lapisan-lapisan otak kita, buatlah suasana sedemikian hingga kita merasa aman. Ciptakan suasana atau cara yang bervariasi dalam menghadapi suatu tantangan, sehingga motivasi kita terpicu, dan kemudian gunakan neo cortex secara kreatif.

 

Note: tulisan ini hanya ringkasan dari makalah yang saya punya, untuk tulisan lengkap bisa hubungi saya lewat E-mail priansony@yahoo.com semoga bermanfaat.

 

 

TEMAN SEJATI/TRUE FRIENDS

 its me

TEMAN SEJATI/TRUE FRIENDS

 

 

 

Aku tak tertarik apa mata pencarianmu, aku ingin tahu apa yang kau dambakan, dan apakah kau berani memimpikannya,

Aku tidak tertarik planet apa yang menempati bulanmu, aku ingin tahu apakah engkau telah menyentuh pusat dukamu sendiri, jika kau telah dibukakan oleh penghianatan hidup atau telah menjadi layu dan tertutup karena takut disakiti lagi! Aku ingin tahu apakah kau bisa duduk bersama rasa sakit, sakitku atau sakitmu.

Aku tak tertarik apakah cerita yang kau kisahkan itu benar. Aku ingin tahu apakah kau bisa mengecewakan orang lain agar jujur pada dirimu jika kau dapat menanggung tuduhan penghianatan dan tidak menghianati jiwamu sendiri.

Aku ingin tahu apakah kau bisa setia dan karenanya dapat dipercaya.

Aku ingin tahu apakah kau dapat melihat keindahan meskipun tidak setiap hari itu indah, dan kau dapat menyumberkan hidupmu dari kehadirat Tuhan, aku ingin tahu apakah kau bisa hidup dengan kegagalan, gagalmu dan gagalku.

Aku tidak tertarik pada tempat tinggalmu atau seberapa banyak uang yang kaumiliki. Aku ingin tahu apakah kau bisa bangkit setelah semalam berduka dan merana, lelah, dan kadang babak belur.

Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau bagaimana kau ada disini. Aku ingin tahu apakah kau bisa berdiri ditengah api bersamaku dan tidak mundur teratur.

Aku tidak tertarik dimana atau apa , atau dengan siapa kau belajar, aku ingin tahu apa yang menjagamu dari dalam, saat segala hal berjatuhan. Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu, dan apakah benar-benar menyukai temanmu disaat-saat duka dan hampa.

 

Note: Jadilah teman yang sejati tanpa memandang siapa dirinya, darimana asal-usulnya, apakah dia kaya atau miskin. Itulah kasih yang sejati untuk teman sejati.

 

 

Yours 

 

 Nico Demus Priansony

 

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!