ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah terjadi underpricing pada penawaran umum perdana di Bursa Efek Jakarta dan menguji faktor-faktor yang diduga mempengaruhi underpricing pada penawaran umum perdana baik secara bersama-sama maupun secara parsial. Faktor-faktor yang dimaksud adalah Return On Equity, Debt To Equity Ratio, Price Earning Ratio, dan Likuiditas. Penelitian ini dilakukan terhadap emiten yang melakukan penawaran umum perdana periode 1995-2005 di Bursa Efek Jakarta, dalam kurun waktu tersebut terdapat 155 emiten yang melakukan penawaran umum perdana. Dari total 155 emiten yang melakukan penawaran umum perdana ditemukan 128 emiten mengalami underpricing. Kondisi ini membuktikan bahwa pada periode tahun 1995-2005 peristiwa penawaran umum perdana terjadi underpricing di Bursa Efek Jakarta. Dengan metode purposive sampling terpilih 90 emiten sebagai sampel penelitian. Untuk menguji pengaruh, data dianalisis menggunakan analisis Path (path analysis) dan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik yang meliputi uji-F dan uji-t
Hasil pengujian secara bersama-sama menunjukkan bahwa Return On Equity, Debt To Equity Ratio, Price Earning Ratio, dan Likuiditas mempengaruhi underpricing pada penawaran umum perdana. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel Return On Equity (X1) tidak berpengaruh negatif terhadap underpricing, variabel Debt To Equity Ratio (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap underpricing, variabel Price Earning Ratio (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap underpricing, variabel Likuiditas (X4) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap underpricing.
Kata kunci: underpricing, penawaran umum perdana, return on equity, debt to equity ratio, price earning ratio, likuiditas, path analysis
Note: untuk tulisan lengkap, please contac me at priansony@yahoo.com
5 Tanggapan
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan sebuah tanggapan

Boleh tanya ngga, apa pengaruh debt equity ratio terhadap price earning ratio (PER) ????
thanks b4…………….
boleh tau, apa aja kriteria purposive sampling yang digunakan?
btw bisa ga ya penelitian ini dikembangkan dengan menambah variabel independen lain seperti ukuran dan umur perusahaan, reputasi underwriter, metode penyusutan dan ROA?
1. Kriteria yang digunakan untuk sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang sahamnya underpriced. Perusahaan yang overpriced atau underpricingnya bernilai nol (tetap) tidak dimasukkan dalam sampel dan perusahaan yang tergolong kedalam lembaga keuangan dalam hal ini yaitu: perusahaan perbankan, asuransi, dan lembaga keuangan lain tidak di masukan dalam sampel karena memiliki struktur laporan keuangan yang berbeda berkaitan dengan variabel penelitian yang akan di uji.
2. untuk variable independen lain seperti ukuran dan umur perusahaan, reputasi underwriter, dan ROA pernah ada yang melakukan penelitian tersebut jadi sangat bisa dilakukan lagi untuk penelitian lanjutan. Untuk variable metode penyusutan saya kurang tau.
ok, smoga bermanfaat
Blesing
Nico Demus Priansony
bang, gan, boz… mau tanya ni…hehe… bis u misterius si…
kenapa nilai tukar rupiah terhadap dollar US tidak berpengaruh terhadap price earnings ratio?
asumsi dari mana klo nilai tukar gak berpengaruh???? emang sudah di uji, alat ujinya apa? valid gak?